Minggu yang Berat, Aku Benar-Benar Burnout

Tidak hiperbola, seminggu ini aku benar-benar nggak bisa berfungsi semestinya. Di hari Senin, aku tidak mengikuti semua kelas. Saat itu memang karena sakit  demam dan flu akibat dua hari sebelumnya selalu kehujanan. Selasa aku hanya mengikuti kelas, sehabis itu entah datangnya dari mana kepalaku dipenuhi pikiran negatif. Aku membiarkan diriku mengikuti pikiran dan suara negatif itu. Rabu hingga Kamis aku juga belum sadar dan masih dipenuhi pikiran negatif. Aku tidak bekerja dengan baik, kuliah cuma ikut kelas, setelah itu aku cuma makan, berpikir yang nggak pasti, dan tidur kalau sudah lelah melayani pikiran negatif. 


Hampir tiap waktu aku nangis jika ada pikiran yang membuat aku merasa diriku buruk. Apa nilai magangku akan jelek ya karena tidak memberikan performa dengan baik? Soalnya selama empat bulan aku hanya menulis liputan sedikit. Apa hubungan aku akan buruk lagi ya karena akan resign? Gimana ya biar tugas kelompok bisa dikerjakan dengan baik dan bareng-bareng? Sebentar lagi UAS, bisa nggak ya aku melewati dan dapat nilai yang bagus? Sebagian temen-temen udah lulus semester ini, tapi aku ikut senang, tapi terkadang masih tersisa perasaan pengen ikut lulus bareng juga. Aku takut juga temen-temenku marah dan kecewa karena bener-bener seminggu ini aku menghilang. 


Aku sudah berusaha bangun dan melawan pikiran negatif dan hal-hal yang mungkin nggak terjadi juga. Aku membuka laptop, membuat to do list, setelah itu hanya bengong menatap layar dan daftar tugas yang harus ku kerjakan. Kali ini rasanya aku nggak berdaya atas diriku sendiri. Kalo aku bisa bilang ke diriku di hari-hari kemarin, aku akan ngomelin dia seperti ini,

"SISSSTTT, STOP OVERTHINIKING!! Jangan sedih mulu, jangan dipikirin mulu, semua itu bukan sepenuhnya salah lo. Lo berhak untuk memutuskan apapun jalan hidup lo. Lo sudah berusaha juga. Ayo, bahagia dan semangat lagi. Inget, banyak kok hal di sekitar lo yang bisa patut lo syukuri. JANGAN NANGIS MULUUU:( Kerjain tugas kuliahmu dan pekerjaanmu itu lhooo!!!"

Aku yakin kalau aku udah berusaha agar aku berdaya lagi. Aku coba menulis jurnal, melukis, istirahat, berdoa, cerita, sambat, nangis, dan mendengarkan lagu yang bikin tenang. Aku juga belajar meditasi sekali. Tapi kali ini beneran belum berhasil buat balikin semangatku lagi dan setidaknya mengurangi kecemasan itu.


 

Aku minta maaf ya, untuk orang yang merugi karena ulah dan tingkahku ini. Minggu ini benar-benar berat, aku benar-bener burnout. Aku tahu seharusnya ini nggak bisa dijadikan pengecualian. Aku tahu seharusnya aku perlu lebih kuat dan bisa resiliens. 


Walaupun memang aku tahu sebetulnya diri kita bisa mengontrol semua itu. Minggu ini, seperti tidak terduga. Aku bisa katakan minggu sebelumnya aku sangat bahagia. Aku bisa nonton konser Kunto Aji bareng sahabatku Putri! Aku bahagia, tapi entah kenapa minggu selanjutnya berubah drastis. Aku rasa mungkin ada hal-hal yang belum selesai, ada hal-hal yang belum gue ungkapkan, dan itu jadi bom waktu lagi. Apa aku belum betul-betul berdamai sama diri sendiri ya? 


Ya, sudah, tolong doakan aku ya teman-teman. Aku juga berdoa semoga kalian selalu sehat, memiliki emosi dan mental yang stabil, dan bisa menikmati kebahagian kecil yang ada di sekitar. Senin nanti akhirnya aku putuskan lagi untuk balik meminta bantuan, aku berharap semoga aku bisa pelan-pelan lebih baik. It will be pass! 


Aku ingin bersyukur juga karena aku dikelilingi teman-teman yang baik dan peduli. Putri yang selalu aku chat karena ketidakjelasan dan kecemasan selama seminggu ini. Mon, Ala, dan Mer yang selalu menyemangati, meguatkan, dan jadi tempat sambat. Nadia yang selalu ada & bantuin dalam segala keadaan apapun. Temen-temen sekelompok yang pasti dongkol sama aku tapi sabar. 

Dan hei, thank you myself for saving me! Makasih ya mau semangat dan melanjutkan ini lagi. Segala kesedihan, kecemasan, dan kebahagian sekalipun itu sebenarnya sementara. Bagai langit yang bisa diselimuti awan yang putih tipis, cerah karena sinar matahari, mendung dengan gumpalan awan hitam, hingga bisa hujan badai. Semoga kamu bisa yang baca bisa merasakan hal-hal bahagia lebih banyak yaaa!




 

Komentar