Idea Journal #5 : Ternyata kalau buat sesuatu sesederhana dari apa yang sering kita lakukan saja, ya!
Halo, kembali lagi di series idea journal. Kali ini gue mau share hasil riset gue mengenai personal project mata kuliah creative thinking. Di waktu yang dekat dengan pengumpulan, kayaknya gue mau buat suatu yang baru dari proyek gue ini, bukan seperti yang gue share minggu lalu.
Gue merasa hal yang gue rencanakan sebelumnya "bukan" gue banget. Dan salah juga sih karena nggak riset sebelumya. Lalu, gue tersadar, ternyata kalau buat sesuatu itu dari hal yang sering kita lakukan aja ya. Sebelum gue melanjutkan cerita tentang mau bikin apa untuk proyek ini, gue mau menegaskan diri gue kembali, isu apa yang mau gue bawa dan latar belakang kenapa gue mengangkat isu ini. Jadi isu yang mau gue angkat adalah tentang kecemasan. Kecemasan yang mau gue bahas di sini bukan "anxiety disorder" sih, tetapi lebih ke "anxiety" yang mungkin semua orang mengalaminya di setiap harinya. Jadi definisi anxiety yang gue pakai adalah:
Untuk itu di personal project nanti gue mau buat kampanye di Instagram yang akan mengunggah hal-hal berkaitan dengan anxiety, how to dealing with anxiety, dan bisa jadi media buat menuangkan kecemasan orang-orang melalui berbagai unggahan interaktif di InstaStory seperti daily journal. Gue mau kampanye ini walaupun online tapi ada audience participation nya, bisa melalui template instastory, atau pakai answer box, atau beberapa kali membuka mail box yang jadi surat untuk segala ragu yang dirasa, serta beberapa kali melakukan IG Live dengan orang-orang yang ahli dan mau membagikan cerita nya melewati kecemasan yang dia alami.
Selain itu, gue mau buat juga suatu event offline setelah beberapa waktu melakukan kampanye online di Instagram. Di event offline tersebut, gue mau membuat talkshow, lalu ada instalasi dari surat-surat untuk segala keraguan, dan di event tersebut gue mau ada suatu ruangan yang menjadi tempat peserta untuk menuliskan apa saja kecemasan yang sedang mereka rasakan. Ruangan tersebut mau gue desain jadi ruangan kedap suara, dan mau gue putarkan lagu-lagu yang mempunyai frekuensi 396 Hz seperti di lagu Rehat nya Kunto Aji. Frekuensi 396 Hz atau disebut Solfeggio ini dianggap bisa mengeluarkan pikiran negatif atau liberting guilt and fear. Tulisan yang dibuat oleh peserta ini akan gue kumpulkan ke dalam suatu box yang nantinya akan jadi semacam kapsul waktu, dan akan ditampilkan lagi di event selanjutnya yang mungkin akan diakan 6 bulan ke depan. Di event yang kedua ini ibaratnya jadi event yang membuktikan bahwa bisa lho kita ubah ragu jadi bukti, bisa ya ternyata keraguan atau kecemasan ini kita terobos, kita lewati, dan semua hal yang kita khawatirkan itu ternyata nggak semua terjadi, nggak semua buruk.
Gue juga mau buat produk sebagai extension dari kampanye gue. Gue mau buat suatu journal book, di mana setiap orang bisa menulis ekpresif dan jadi terapi mereka saat anxious atau cemas. Isi dari bukunya bisa jadi daily journal yang jadi guideline untuk kita yang bingung cemas karena apa. Semacam wreck this journal nya Keri Smith dan ada quotes ciamik kayak NKCTHI. Karena gue sendiri punya ketertarikan dengan menggambar, jadi gue mau buat buku ini dengan ilustrasi yang gue buat sendiri ceritanya. Journal book ini sebetulnya kunci dari kampanye gue, yaitu mendorong oraang-orang untuk menuangkan apa kecemasan yang bikin overthinking. Beberapa hari lalu gue sempat baca-baca juga tentang benefit dari journaling untuk anxiety, beberapa diantaranya bisa menenangkan dan menjernihkan pikiran kita, melepaskan pikiran negatif, mengeksplor diri kita tentang hal yang dicemaskan, menulis hal-hal yang kita perjuangkan atau masalah yang sedang kita hadapi serta hal apa saja yang berhasil kita lewati, meningkatkan kesadaran diri dan memahami apa yang jadi pemicu tentang kecemasan yang sedang kita rasakan, serta membantu manajemen stress dan kecemasan dapat dikurangi dengan adanya journal book yang bisa jadi media tuang kita.
Beberapa waktu lalu, gue mengikuti support group, dan kami diberikan suatu therapy journal. Gue menanyakan teman di support group tentang dampak dari therapy journal tersebut dan menanyakan pendapat teman-teman saya mengenai buku jurnal ini.
Gue merasa hal yang gue rencanakan sebelumnya "bukan" gue banget. Dan salah juga sih karena nggak riset sebelumya. Lalu, gue tersadar, ternyata kalau buat sesuatu itu dari hal yang sering kita lakukan aja ya. Sebelum gue melanjutkan cerita tentang mau bikin apa untuk proyek ini, gue mau menegaskan diri gue kembali, isu apa yang mau gue bawa dan latar belakang kenapa gue mengangkat isu ini. Jadi isu yang mau gue angkat adalah tentang kecemasan. Kecemasan yang mau gue bahas di sini bukan "anxiety disorder" sih, tetapi lebih ke "anxiety" yang mungkin semua orang mengalaminya di setiap harinya. Jadi definisi anxiety yang gue pakai adalah:
anxietyAlasan gue mengangkat tema ini adalah karena gue sendiri sering banget dilanda perasaan cemas, ragu, ataupun khawatir tentang suatu hal yang akan terjadi, lalu, hal tersebut memenuhi pikiran gue, dan kerjaan gue cuma mikirin itu doang, takut, tapi nggak melakukan apa-apa. Gue mau proyek gue ini menyadarkan diri gue sendiri bahwa, ragu itu selalu datang setiap harinya, dan yang perlu dilakuin itu bukan mengkhawatirkan hal tersebut, tapi coba disadari sebenarnya apa yang sedang gue cemaskan, dan mencoba untuk menerobos kecemasan itu. Di beberapa teman yang gue tanyakan, terkadang mereka bingung dan nggak tau alasan dibalik rasa cemas mereka. Dan beberapa juga nggak tau apa yang harus dilakukan sehingga mereka jadi overthink. Oleh karena itu, gue mau bikin sesuatu yang bisa menyadarkan orang-orang bahwa keraguan itu wajar adanya, dan pentingnya untuk menuangkan keraguan yang kita miliki ke suatu media tuang dari masing-masing orang.
(n.) a feeling of apprehension, fear, or uneasiness about something of an uncertain outcome.
Untuk itu di personal project nanti gue mau buat kampanye di Instagram yang akan mengunggah hal-hal berkaitan dengan anxiety, how to dealing with anxiety, dan bisa jadi media buat menuangkan kecemasan orang-orang melalui berbagai unggahan interaktif di InstaStory seperti daily journal. Gue mau kampanye ini walaupun online tapi ada audience participation nya, bisa melalui template instastory, atau pakai answer box, atau beberapa kali membuka mail box yang jadi surat untuk segala ragu yang dirasa, serta beberapa kali melakukan IG Live dengan orang-orang yang ahli dan mau membagikan cerita nya melewati kecemasan yang dia alami.
Selain itu, gue mau buat juga suatu event offline setelah beberapa waktu melakukan kampanye online di Instagram. Di event offline tersebut, gue mau membuat talkshow, lalu ada instalasi dari surat-surat untuk segala keraguan, dan di event tersebut gue mau ada suatu ruangan yang menjadi tempat peserta untuk menuliskan apa saja kecemasan yang sedang mereka rasakan. Ruangan tersebut mau gue desain jadi ruangan kedap suara, dan mau gue putarkan lagu-lagu yang mempunyai frekuensi 396 Hz seperti di lagu Rehat nya Kunto Aji. Frekuensi 396 Hz atau disebut Solfeggio ini dianggap bisa mengeluarkan pikiran negatif atau liberting guilt and fear. Tulisan yang dibuat oleh peserta ini akan gue kumpulkan ke dalam suatu box yang nantinya akan jadi semacam kapsul waktu, dan akan ditampilkan lagi di event selanjutnya yang mungkin akan diakan 6 bulan ke depan. Di event yang kedua ini ibaratnya jadi event yang membuktikan bahwa bisa lho kita ubah ragu jadi bukti, bisa ya ternyata keraguan atau kecemasan ini kita terobos, kita lewati, dan semua hal yang kita khawatirkan itu ternyata nggak semua terjadi, nggak semua buruk.
Gue juga mau buat produk sebagai extension dari kampanye gue. Gue mau buat suatu journal book, di mana setiap orang bisa menulis ekpresif dan jadi terapi mereka saat anxious atau cemas. Isi dari bukunya bisa jadi daily journal yang jadi guideline untuk kita yang bingung cemas karena apa. Semacam wreck this journal nya Keri Smith dan ada quotes ciamik kayak NKCTHI. Karena gue sendiri punya ketertarikan dengan menggambar, jadi gue mau buat buku ini dengan ilustrasi yang gue buat sendiri ceritanya. Journal book ini sebetulnya kunci dari kampanye gue, yaitu mendorong oraang-orang untuk menuangkan apa kecemasan yang bikin overthinking. Beberapa hari lalu gue sempat baca-baca juga tentang benefit dari journaling untuk anxiety, beberapa diantaranya bisa menenangkan dan menjernihkan pikiran kita, melepaskan pikiran negatif, mengeksplor diri kita tentang hal yang dicemaskan, menulis hal-hal yang kita perjuangkan atau masalah yang sedang kita hadapi serta hal apa saja yang berhasil kita lewati, meningkatkan kesadaran diri dan memahami apa yang jadi pemicu tentang kecemasan yang sedang kita rasakan, serta membantu manajemen stress dan kecemasan dapat dikurangi dengan adanya journal book yang bisa jadi media tuang kita.
Beberapa waktu lalu, gue mengikuti support group, dan kami diberikan suatu therapy journal. Gue menanyakan teman di support group tentang dampak dari therapy journal tersebut dan menanyakan pendapat teman-teman saya mengenai buku jurnal ini.
Kalo untuk pribadi sih cukup berpengaruh. Soalnya aku jadi tau apa tujuan aku, kendala apa yang terjadi, dan udah tau sampe mana progressnya. Kalo dulu aku tipe yang jalanin hidup ngalir aja kayak air. Tapi dengan aku punya jurnal, aku kayak punya Alarm yg ngingetin aku buat ngerjain tujuan-tujuan aku.
- Ajeng M
Writing therapy biasa menjadi simbolis kecemasan itu "dihilangkan" saat itu juga. dan dengan menulis jurnal seperti itu membantu untuk tau apa kecemasan dan bisa merasa lega.
- Nadya W
Journal book bisa jadi pelarian gue ketika stress, jadi gue bisa nulis gue stress dan cemas karena apa. Terus dengan adanya jurnal gue bisa nge-track progress hidup gue. Saat gue cemas atau stress lagi, gue bisa lihat lagi, ternyata gue pernah ya mengalami hal kayak gini, dan cara menghadapinya seperti ini.
- Aurellia N
Bagus banget ide journal book karena hal tersebut jadi media kita menuangkan apa yang kita pikirkan dan rasakan.Beberapa hal di atas jadi menyadarkan gue, bahwa kita perlu suatu media untuk menuangkan hal yang kita cemaskan, agar kita sadar apa yang sedang kita cemaskan dan bisa menjalani hidup kita yang sebenarnya tanpa terus memikirkan hal di depan sana yang belum tentu terjadi. Dan buat sadar tentang apa yang bikin kita cemas (anxious) itu penting sekali karena ada hari yang mesti kita jalani, gue mau kita bisa melawan ragu dan menjalani setiap harinya dengan tanpa ragu dan bisa menikmati hidup.
- Fachri
Komentar
Posting Komentar