Menjelajah ke Pasar Baru Jakarta memberikan kesan yang berbeda. Suasana di sekitar yang masih terdapat bangun tua membuat kita seakan terbawa ke era kolonial Belanda. Pasar Baru merupakan salah satu kawasan perdagangan tertua di Jakarta. Pasar ini sudah ada sejak 1820. Pasar ini terkenal dengan pedagang kain, wisata kuliner, dan tempat thrifting pakaian serta kamera analog.
![]() |
Menyantap kerak telor di pagi hari. Saat ini, kerak telor dihargai sekitar Rp20,000,-
Kerak telor menjadi makanan khas Jakarta yang selalu ada di tourist attraction di Jakarta.
Salah satu gang sempit di Pasar Baru. Jika ke Pasar Baru, banyak terdapat gang-gang sempit yang terdapat banyak tempat menarik. Salah satunya gang ini, di ujung gang ini ada tempat makan bernama Bakmi Aboen. Bakmi ini sangat terkenal dan menurut banyak orang enak.
Menuju jalan Antara. Di kawasan ini masih terdapat beberapa gedung tua gaya Eropa.
Gedung Filateli Gedung ini adalah bekas Kantor Pos Pasar Baru Jakarta, yang juga merupakan bangunan warisan Post Telefon en Telegraf milik pemerintah kolonial Hindia Belanda. Gedung ini didirikan antara tahun 1912-1929, dirancang oleh arsitek Belanda, John van Hoytema, dengan gaya arsitektur Art Deco yang dipengaruhi oleh aliran Art & Craft pada detail interiornya. Kini Gedung Filateli akan dialihfungsikan menjadi ruang kreatif bernama Pos Bloc.
Bajaj merupakan kendaraan yang masih sering ditemukan di kawasan Pasar Baru.
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Perancang Masjid Istiqlal yakni Friedrich Silaban merupakan seorang Kristen Protestan. Dia dipercaya menjadi perancang masjid karena sebelumnya telah memenangkan kompetisi rancang masjid dengan gagasan tema berupa "Ketuhanan" yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno.
Di sepanjang Jalan Veteran (sebelah Masjid Istiqlal) terdapat banyak restaurant dan kafe unik. Salah satunya Limkie Kopitiam.




















Komentar
Posting Komentar