Bisa dibilang saya suka jalan-jalan, tapi pengalaman jalan-jalan saya belum banyak. Rute nya pun masih di situ-situ aja. Kalau nggak ke sekitar Juanda-Pasar Baru, Sabang, Fatmawati, dan Blok M.
Salah satu tempat yang punya makna dan menurut saya hangat adalah Tadasih Jakarta. Sebuah warung kopi yang berada di dalam Metro Atom, Pasar Baru.
Kunjungan pertama saya ke Tadasih pada Januari 2020. Tapi saat itu saya kehabisan kuota karena datang terlalu sore.
Tadasih biasanya hanya melayani 60 pengunjung saja tiap hari nya. Kalau biasanya ke warung kopi (coffee shop) untuk ngerjain tugas, di Tadasih kita nggak bisa.
![]() |
| Gambar ini diambil pada Januari 2020, sebelum pandemi dan PPKM. |
Setiap mampir ke Tadasih, kamu akan dijamu satu per satu di coffee bar-nya. Pada kunjungan kedua saya Februari 2020 lalu, akhirnya saya berhasil ngopi. Saat itu saya tiba sekitar pukul satu siang, saya adalah pengunjung kesepuluh.
Sayangnya, saya hanya mencoba milk base-nya karena takut jadi deg-degan. Soalnya saya akan pergi wawancara pertama saya untuk magang, walaupun nggak diterima.
Saya ingat betul, saat itu Mas Ferza menanyakan siapa namanya, dari mana, dan kesibukan saya. Saya juga ingat betul, saat itu saya Mas Ferza cerita tentang model bisnis Tadasih dan kopi. Sayang saya nggak bisa ngobrol banyak, karena harus bergilir dengan tamu yang lain, dan mesti pergi ke Jakarta Selatan untuk wawancara.
Kunjungan itu jadi kunjugan terakhir dan juga jalan-jalan terakhir saya sebelum pandemi. Saya masih penasaran mencoba kopi seduhnya, terutama mekarwangi.
Tadasih akhirnya beradaptasi karena situasi pandemi. Ada mekarwangi kemasan! Saat itu saya memesan dua botol mekarwangi. Saya nggak paham banget soal kopi, tapi enak dan bagi saya aman. Soalnya ada kopi yang saya minum pas subuh.
Pada 2 Oktober 2021, akhirnya bisa mampir ke warung kopi nya Mas Ferza lagi. Dan akhirnya bisa cobain langsung mekarwangi dan ngobrol lagi sama Mas Ferza.
Di dalam warung kopi itu, terdengar lagu yang diputar dari playlist Mas Ferza, dua lagu yang saya dengar betul adalah lagu Rehat nya Kunto Aji dan Yogyakarta nya Aditya Sofyan. Karena dengar kabar Tadasih mau 'istirahat', saya jadi berasumsi kalau Mas Ferza mau istirahat di Yogyakarta.
Saat saya datang warung sudah sepi. "Wah, rame nya mah tadi, Mbak," kata Mas Ferza saat saya mengira akan ramai.
Saya ingin sekali ambil foto dengan kamera analog yang saya bawa, tapi ternyata baterai habis. Saya juga nggak banyak ambil foto saat itu. Dan ngobrol sama Mas Ferza soal PosBloc dan kurasi tenant-nya, industri kreatif, dan tentang salah satu pendiri PosBloc, Mas Handoko Hendroyono.
"abis ini mau ke mana?" tanya Mas Ferza.
"belum tahu sih, Mas," jawab saya.
Kemudian Mas Ferza merekomendasikan PosBloc. Lalu saya bilang, "wah jangan-jangan Mas nya dibayar ya?"
"Iya, Mbak, setiap yang datang ke sana saya dapat 10rb," ujar Mas Ferza, bercanda.
Saya juga sempat bercanda, "ini gimmick jangan-jangan Mas nya mau buka di PosBloc ya?"
Beberapa saat kemudian ada tamu lain, berpasangan. Jadi saya kira ini waktunya untuk bergantian. Walaupun masih mau bertanya dan belum puas dengan jawaban Mas Ferza soal alasan istirahat.
Matur suwun, Mas🙏
Semoga bisa berjumpa kembali!





Komentar
Posting Komentar