Idea Journal #6 : Cangkir Bercerita - Tulis, Tuang, Utarakan!

Halo, kembali lagi di seri idea journal!
Sekitar 2 minggu lagi pengumpulan proposal. Sejujurnya memang gue masih kurang riset. Mungkin untuk hasil riset dari google form mungkin akan gue lampirkan di minggu depan sebelum penulisan proposal. Jadi di pertemuan minggu kemarin, Mbak Patres membahas tentang BIG IDEA. Pengertian big idea/premis/gagasan utama adalah tema besar yang dapat menjadi daya tarik bagi audiens yang menjadi sararannya, dan tema besar tersebut menjadi benang merah dan ada kesinambungan yang dapat dieksekusi atau diimplementasikan pada semua channel yang dipakai sebagai produk kreatif. Big idea gue dari proyek yang mau gue buat adalah kecemasan yang kita rasakan perlu untuk kita sadari dan keluarkan agar kita bisa nikmatin hidup kita setidaknya dengan tenang.

Dari big idea tersebut gue mau membuat social campaign sebagai main project gue. Kampanye tersebut mau gue lakukan di Instagram. Nama dari kampanye gue dan sebagai username Instagram nya adalah "Cangkir Bercerita" dengan tagline "Tulis, Tuang, Utarakan!".
Pemilihan cangkir gue dapat ketika kemarin ngobrol dengan Amanda, dan dia sempat menyinggung dari kata "tuang" pada tagline gue. Lalu, gue teringat cerita tentang media tuang dan air keruh yang pernah gue dapatkan. Jadi harapnya, cangkir bercerita ini bisa menyadarkan banyak orang dan mengingatkan banyak orang untuk coba cari tau trigger dari kecemasan yang dirasakan, coba dituangkan saja rasa cemas tersebut, dalam bentuk apapun, perlu dan pentingnya untuk mengutarakan segala yang kita cemaskan baik karena pikiran di masa lalu atau pikiran tentang masa depan. Alasan gue ingin kita untuk mengidentifikasi trigger dari anxiety kita adalah tiap orang memiliki trigger yang berbeda begitu juga treatment yang berbeda untuk mengurangi rasa kecemasan. Cangkir Bercerita di Instagram akan menyajikan konten-konten seputar "anxiety" dan cara-cara buat dealing atau untuk overcome dari anxiety yang kita miliki. Lalu, dalam Cangkir Bercerita, gue juga mau bikin posting-an yang interaktif, contohnya dengan memanfaarkan fitur Q&A di Instastory ataupun reply DM, dan beberapa template Instastory seperti bingo, dan daily journal yang menjadi bagian dari kampanye di Instagram.

Harapnya juga, kampanye ini nggak hanya berlangsung secara virtual. Gue ingin mengadakan event offline di mana khalayak yang datang bisa take action buat sadar dan melepaskan cemas yang dirasakan. Dari Instatory interaktif dan DM yang masuk mengenai "apa hal yang sedang kamu cemaskan hari ini?" "alasan kamu cemas" dan sebagainya ingin gue kompilasikan, dan gue jadikan sebagai "kapsul waktu" di mana nantinya gue tampilkan menjadi instalasi berupa kertas-kertas yang gue gantung bertema "keraguan ku". Di event tersebut gue mau menyediakan ruang, bagi pengunjung sebagai tempat mereka untuk menuliskan, menuangkan, dan mengutarakan kecemasan yang mereka rasakan. Gue tertarik banget sama frekuensi 396 Hz yang dianggap bisa menenangkan. Ruang tersebut nantinya gue desain seperti bilik kecil, yang kedap suara, gue sediakan juga kertas dan alat tulis untuk media mereka untuk melepaskan segala kecemasan. Dari tulisan mereka itu akan gue kumpulkan dalam box, yang nantinya mau gue tampilkan kembali sebagai "Nih, kita bisa lho ubah kecemasan kita jadi bukti!" atau saat tulisan itu ditampilkan gue sangat berharap, ketika mereka yang pernah menuliskan itu membaca kembali tulisan mereka, mereka sadar "ternyata setelah gue lepaskan, rasanya lebih tenang, dan gue bisa melewatinya". Mari nanti kita tanya-tanya melalui IG nya Cangkir Bercerita (walau belom punya massa sih).

Dan gue nggak tau sih, ini proyek gue mungkin terlalu melebar. Tapi gue bermimpi sekali mau buat journal book. Gue sedikit membuka riset di IG (walau responnya sedikit) tentang pentingnya menuliskan tentang kecemasan yang dirasakan. Berikut hasil riset tersebut:
 

 

 


Dari jawaban teman-teman, gue mau mengangkat juta terapi menulis ekspresif sebagai bentuk terapi untuk kecemasan. Bayangan dari journal book seperti ini:
Salah satu contohnya seperti itu, tapi gue pun nggak hanya menyediakan template di journal book tersebut, tapi mungkin ada beberapa tips sebagai self-help ketika anxiety. Dan ada catatan kosong juga di mana orang-orang bisa menulisakn sesuka mereka. Mungkin mereka bisa menuliskan "worry-tree" seperti berikut:

Sekian, idea journal gue. Semoga proyek ini lancar-lancar ya, semoga gue tidak procastinating!!!
Kalau mau kritik dan saran bisa banget komentarnya yaaa!! Terima kasih sudah membaca!!



Komentar