Jelajah Ide #1

Rabu, 12 Februari 2020.

Setiap hari Rabu jam 11, gue ada kelas creative thinking. Di pertemuan kedua kali ini, salah satu bahasan kami adalah teknik kreatif. Beberapa contoh teknik kreatif antara lain evolusi, sintesis, revolusi, aplikasi ulang (reapplication), mengubah arah, brainstroming, dan mindmapping.

Beberapa teknik tanpa gue sadari ternyata gue pernah melakukannya. Teknik kreatif yang pernah gue lakuin adalah teknik reapplication, brainstroming, dan mindmapping. Reapplication merupakan teknik kreatif di mana kita melihat sesuatu yang sudah lama dalam cara pandang yang baru. Hal yang sering gue lakuin dengan reapplication adalah membuat DIY. Dari dulu seneng banget ngikutin DIY yang ada di majalah, TV, atau Youtube. Sering aja iseng bikin DIY Organizer untuk meja belajar, ngumpulin botol kaca buat dijadiin vas bunga dan mencoba DIY untuk reusable barang-barang bekas. Pernah juga brainstroming dengan teman-teman di departemen keilmuan HMIK untuk nentuin suatu tema acara dan bagaimana nanti penuansaan di publikasinya. Kalau mindmapping, pernah membuat mindmapping tentang apa yang mau dituju dan bagaimana proses atau apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Nah, saat kelas minggu lalu, kami juga mencoba teknik six thinking hats. Saya tertarik banget buat menggunakan teknik tersebut. Jika kemarin diberi contoh angkringan untuk kita gunakan dalam six thinking hats, saya mau menelisik tentang ide saya dengan teknik ini, karena saya merasa memang mungkin ide saya ini tidak orisinil. Ide saya adalah membuat platform yang dapat digunakan untuk siapapun yang senang jalan-jalan di Jakarta tapi bosen kalau ke Mall doang. Platform tersebut berupa aplikasi yang di dalam nya ada fitur tempat makan umumnya kaki lima yang terdekat dari halte atau stasiun. Selain di aplikasi tersebut, saya ingin mengajak kerja sama dengan Transjakarta, KRL, MRT atau LRT untuk pasang map corner yang berisi tempat apa aja yang seru untuk dikunjungi di sekitar halte atau stasiun tersebut, dan saya ingin menggunakan QR Code jika pengunjung ingin memindai maps tersebut. Selain itu, aplikasi tersebut ingin saya lengkapi dengan fitur "cari teman jalan". Dengan adanya fitur tersebut, selain bisa menemukan teman jalan, di setiap bulannya akan ada event jalan bareng, jadi officially ada tur jakarta dan ada guide nya. Satu lagi saya ingin membuat fitur seperti aplikasi steller, karena selain jalan-jalan saya juga hobi menulis, dengan fitur ini orang-orang bisa membagikan ceritanya di aplikasi tersebut. Mungkin sudah banyak media sosial yang lebih populer, tapi dengan integrasi fitur tersebut saya yakin ide ini cukup bisa menyenangkan untuk setiap orang yang memiliki interest yang sama seperti saya. Makanya, dengan teknik six thinking hats saya ingin menelisik untuk mencari green hat dari ide saya.

Komentar