Halo, semua!
Lebih dari
seminggu gue ngga nulis nih. Gue sangat berterima kasih, ternyata ada belasan
orang yang baca blog ini, sebenernya blog ini juga ngga gue share banget sih,
karena siapa yang mau baca refleksi yang lebih kecurhatan gue doang.
Selama ngga
nulis, banyak banget pelajaran yang gue dapat, yang sampai saat ini gue pun
masih belajar. Secara garis besar, gue mau belajar aja gitu menertawakan hidup,
tapi maksudnya bukan denial ya. Hidup itu kadang lucu. Banyak lucunya. Ya, gue
ngga langsung ketawa tiap menghadapi suatu peristiwa atau masalah, gue juga
merasakan emosi-emosi manusia lainnya, mungkin sedih, senang, marah, takut atau
lainnya.
Kejadian
lucu pertama adalah tentang mengejar sesuatu. Mengutip lirik lagu Rehat nya
Kunto Aji, dari kutipan buku NKCTHI, “yang dicari, hilang. yang dikejar, lari. yang
ditunggu, pergi.” Jadi gue nungguin orang, orangnya pergi, lari buat ngejar
orang lain, tapi orang lain itu pergi. Lucu banget kan? Gue ketawa aja setiap
ingat kejadian ini. Lucu banget soalnya, tapi gak mau ceritain lebih. Gue jadi
belajar, buat ngga usah lagi deh lari-lari terlau kencang, nunggu terlalu lama,
mencari sampai terlampau jauh, karena semesta bekerja dan akan menghadirkan hal
yang serupa dan beberapa bahkan lebih baik. Iya, gue emang bukan tipikal orang
yang sangat berambisi, tapi gapapa kok kalau kalian punya ambisi kuat, asal ingat
istirahat ya. Pernah denger “law of attraction” ngga? Mungkin konsepnya mirip,
semesta akan bekerja sesuai apa yang kita pikirkan dan lakukan di masa kini.
Namun, mungkin keinginan itu ngga terwujud tepat waktu sesuai ekspektasi kita,
bisa jadi karena kita belum butuh. Kebutuhan > keinginan.
Hal lain
yang gue pelajarin terinspirasi dari lagu Membasuh nya Hinda ft Rara Sekar. Sejak
Jumat kemarin, lagu Membasuh ini kok terus-menerus berputar di otak gue. Sampai
akhirnya malam kemarin gue dengerin, pake earphone, volume full, sambil merem.
Tenang banget. Dari yang gue tuh resah karena ada ‘iri’ yang mengendap di hati.
Tau kan kalau iri itu penyakit hati? Selepas lagu Membasuh itu selesai, asli
hati jadi plong, mau nangis aja. Mungkin berat ya, untuk pamrih dalam suatu
hal, untuk ikhlas dalam melakukan suatu hal. Susah banget. Ada peristiwa yang beneran bikin
gue iri banget, gue telah melakukan suatu hal, yang seharusnya buah hasil nya akan gue petik dan untuk gue, tapi ternyata buahnya dipetik oleh orang, dan diberikan
ke orang lain lagi. Sakit hati aja, merasa ‘bangsat gue terlupakan’. Mau marah
tapi ke siapa? Ke diri sendiri? Iya! Suruh siapa bego banget jadi orang. Selepas
sakit hati itu, dan refleksi dengan lagu Membasuh, gue mulai sadar, gue punya
value lebih dari itu. Gue bisa buktiin ini ke diri gue. Gue bisa melakukan kontribusi lain, gue bisa lebih
berguna, gue bisa lebih bermanfaat, gue bisa memberi, membasuh walau kering. Gue
jadi ingat lagi kalimat yang pernah gue dengar di salah satu podcast nya maknatalks,
bahwa Tuhan menciptakan gue di dunia pasti ada maksud dan tujuannya, gue hidup
di dunia ini pasti ada alasannya, oleh karena itu hidup gue di dunia ini yang cuma
sekali harus jadi bermakna. Gue mau fokus aja buat cari dan nemuin makna hidup
gue. Buat apa melihat kesuksesan orang? Setiap orang punya definisi sukses yang
berbeda. Pun gue punya definisi sukses sendiri, yang seharusnya gue merancang
rencana buat mencapai titik sukses itu, yang sebetulnya bukan titik akhir juga
karena bagi gue sukses itu sebuah proses yang ngga pernah ada ujungnya. Jadi gue coba buat pelan-pelan nemuin makna hidup gue, terima diri gue, dan bisa kok gue melakukan hal-hal lain yang lebih keren.
Selanjutnya,
tentang khawatir. Khawatir secara luas ya. Gue memang orangnya khawatiran. Perasaan
ragu, takut, khawatir itu emang ngga pernah berhenti. Pasti selalu datang. Misalnya,
sesederhana pas ujian nih, gue khawatir banget ngga bisa ngerjain soal-soal
ujian, setelah ujian itu berakhir, apakah kekhawatiran akan hilang? Bisa jadi
hilang, bisa jadi datang rasa khawatir yang baru. Contohnya, gue khawatir nilai
gue jelek, pas hasil ujian keluar, ternyata nilainya ngga jelek-jelek amat,
tapi khawatir aja IPK nya turun. Ceritanya ini mementingkan nilai ya. Mungkin
kalian pernah merasakan kekhawatiran yang terus muncul juga?
Mengenai
khawatir dan ragu, kemarin gue juga abis nonton #proyeksipikiran nya kak Vina
Aulia di Youtube, tentang keraguan finansial. Gue cukup concern tentang hal
ini, I’ve been there. Iya, antara finansial khususnya cuan mungkin ngga
menentukan akan sebahagia apa hidup ini. Mungkin banyaknya uang ngga sebanding
lurus dengan tingginya tingkat kebahagiaan seseorang. Uang emang bukan segalanya,
tapi segalanya butuh uang? Ngga juga sih, tapi kebanyakan iya juga. Intinya,
gue sadar di umur gue yang mau seperlima abad, peran gue sebagai kakak pertama
dari 3 adik, gue jadi resah dan ragu, akan kah gue bisa jadi tulang punggung keluarga
nanti pada masanya? Dulu mungkin segala yang gue mau selalu tercukupi, hidup
nyaman, selalu dapat apa yang gue mau, lalu sekarang segala yang gue mau
berubah jadi kerja keras dulu, berhemat, nabung, dan membatasi keinginan. Harus
bisa cukup buat beli sesuatu sendiri. Keraguan finansial ini muncul, gue harus
lebih bijak buat serius akan hal finansial. Harus mengatur keuangan sedemikian
mungkin, harus cari tambahan penghasilan, harus tau mana yang lebih penting
untuk ditaruh di prioritas pertama. Kalau kata kak Vina, “bukannya aku
memaksakan diri jadi orang yang bijak, tapi berdamai dengan keadaan memberikan
rasa nyaman yang bernilai lebih dari materi”. Gue belajar buat berdamai sama keadaan.
Sedahsyat apapun badai yang menghadang, sebesar apapun ombak berdebur, gue coba
buat tetep jalanin. Gue mencoba untuk ngga lagi fokus sama kekurangan, karena jadi
sulit untuk Bahagia. Gue tau perlahan gue pasti bisa melewati semuanya dan bisa
lebih baik, bisa lebih nyaman sesuai kebutuhan. Gue tau ini bagian dari proses
hidup gue, termasuk proses mencari makna, proses berdamai dengan diri sendiri,
berdamai dengan semesta, sampai bisa ketawain aja hidup ini.
Source inspirasi ku:
Rehat - Kunto Aji https://youtu.be/yNcGtKAacts
Membasuh - Hindia ft Rara Sekar https://youtu.be/emddwjzuNW4
Keraguan Finansial - Vina Aulia https://youtu.be/UhkGUKPTyH8
Source inspirasi ku:
Rehat - Kunto Aji https://youtu.be/yNcGtKAacts
Membasuh - Hindia ft Rara Sekar https://youtu.be/emddwjzuNW4
Keraguan Finansial - Vina Aulia https://youtu.be/UhkGUKPTyH8
Komentar
Posting Komentar